thumb

RSUD SSMA Berikan Informasi Tips Berpuasa Yang Aman Bagi Ibu Hamil Dengan Diabetes Gestasional

Pontianak – Diabetes gestasional adalah kondisi terjadinya peningkatan gula darah saat ibu sedang hamil. Artinya, sebelum hamil kadar gula dalam darah kemungkinan normal.

Berpuasa saat hamil sering kali menjadi pertanyaan bagi banyak ibu hamil. Meskipun puasa adalah ibadah yang diwajibkan, namun bagi ibu hamil, ada sejumlah pertimbangan yang perlu diperhatikan. 

Oleh karena itu, penting bagi ibu hamil dengan diabetes gestasional untuk berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Hal ini disampaikan oleh Perawat Ns. Kesarina Kencana Sianturi, S,Kep kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak. Jumat (21/2/2025).

“Guna mengurangi risiko kesehatan bagi ibu maupun bayinya, apabila tetap memilih untuk berpuasa,” ungkapnya.

Kesarina juga mengatakan, bahwa ibu hamil dengan diabetes gestasional yang boleh menjalankan puasa ramadan apabila gula darah terkendali dengan baik, diantaranya kadar HbA1C  kurang dari 7 persen, dan utamnya harus dalam kondisi sehat atau tidak timbul gejala diabetes gestasional, seperti pingsan, lemas, mudah haus, dan sering buang air kecil. 

“Namun, meskipun ibu hamil dalam kondisi baik, memperhatikan kesehatan janin sangat diperlukan, zat gizi untuk kebutuhan janin harus terpenuhi,” jelasnya lagi. 

Dia berpesan, cek berat badan untuk memastikan bahwa puasa tidak membahayakan selama kehamilan. Berat badan yang turun selama puasa, menandakan ibu dan janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup.

“Atur porsi makan dan jenis zat gizi di waktu berbuka dan sahur, sesuaikan dengan kebutuhan kalori,  pastikan mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan selama berpuasa,” paparnya.

Sealin itu, Lakukan latihan fisik ringan selama berpuasa, seperti aerobik low impact dan berjalan 30 menit per hari, setelah berbuka puasa.

Sedangkan penyesuaian obat dan atau insulin untuk ibu hamil dengan diabetes gestasional, Kesarina menyarankan untuk berkonsultasi  kepada  dokter terlebih dahulu.

Dan perlunya melakukan cek gula darah pada 1-3 hari pertama puasa. Pengecekan dapat dilakukan lagi setiap 3 hari sekali dan dicatat, lalu sesuaikan dengan grafik kadar gula darah,” pungkasnya. (PKRS-humas/rsudssma)