RSUD SSMA Berbagi Tips Konsumsi Obat Selama Puasa
PONTIANAK - Puasa merupakan momen yang dinantikan umat muslim di seluruh dunia. Namun, bagi mereka yang sedang menjalani pengobatan, menjaga keseimbangan antara ibadah dan kesehatan menjadi hal krusial.
Apoteker (Apt) Fikri Destari, S Farm menyampaikan, pengaturan obat selama puasa sangat penting, terutama bagi pasien dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.
"Pengaturan obat harus dilakukan dengan hati-hati karena perubahan jadwal dan dosis dapat mempengaruhi efek terapi," ujarnya saat memberikan edukasi kepada 30 pasien dan pengunjung RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, Jumat (7/3/2025).
Fikri menyarankan agar pasien berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter untuk penyesuaian jadwal obat dan memastikan konsumsi obat dengan air yang cukup.
"Untuk penggunaan obat sebelum makan, sebaiknya diminum sekitar 30 menit sebelum sahur atau berbuka. Sementara obat yang harus diminum setelah makan, dapat dikonsumsi 5-10 menit setelah makan," jelasnya.
Dia juga memberikan panduan jadwal minum obat selama puasa. Untuk obat satu kali sehari, diminum saat malam hari atau saat sahur. Obat dua kali sehari dapat diminum saat berbuka dan sahur. Sedangkan obat tiga kali sehari dapat diminum saat sahur, berbuka, dan tengah malam sekitar pukul 22.00-23.00.
"Untuk obat empat kali sehari, sebaiknya diminum dengan rentang waktu tiap 4 jam, yaitu saat sahur, berbuka puasa, pukul 22.00-23.00, dan pukul 01.00 dini hari," tambahnya.
Menurut Fikri, penggunaan obat empat kali sehari tidak dianjurkan saat berpuasa, terutama untuk antibiotik. Solusinya, obat dapat diganti dengan jenis lain yang memiliki khasiat sama namun bekerja lebih lama.
"Dengan pengaturan obat yang tepat dan konsultasi dengan dokter untuk penyesuaian jadwal dan dosis, pasien dapat menjalankan puasa dengan sehat dan aman tanpa mengabaikan terapi pengobatan," pungkasnya. ( PKRS-Humas RSUD SSMA 2025 )