thumb

Puasa Tanpa Drama Maag, Ini Aturan Minum Obat Maag yang Benar

PONTIANAK - Menjelang bulan suci Ramadhan, umat muslim di seluruh dunia bersiap menjalankan ibadah puasa dengan penuh khidmat. 

Namun, bagi sebagian orang terutama penderita maag, perubahan pola makan dan jam istirahat kerap menimbulkan kekhawatiran akan kambuhnya gangguan lambung saat berpuasa.

"Meski begitu, puasa tetap dapat dijalani dengan nyaman tanpa drama maag, asal aturan minum obat dilakukan dengan benar dan sesuai anjuran medis," ujar Apoteker Juliyastin Randa Pagiling ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, (4/2/2026).

Secara umum obat maag terdiri dari beberapa jenis diantaranya antasida, H2 blocker, proton pump inhibitor (PPI), dan sitoprotektif (pelapis lambung).

Menurutnya, setiap jenis obat maag memiliki cara kerja yang berbeda contohnya antasida berfungsi menetralkan asam lambung dan biasanya diminum saat keluhan muncul. Obat ini dapat dikonsumsi setelah berbuka puasa.

Sedangkan obat penekan asam lambung seperti H2 blocker atau proton pump inhibitor (PPI) bekerja lebih efektif bila diminum sebelum makan, sehingga dianjurkan saat sahur atau sebelum berbuka.

"Kesalahan waktu konsumsi obat dapat membuat perlindungan lambung tidak maksimal selama berpuasa." lanjutnya

Ia menekankan bahwa selain obat, pola makan memegang peranan penting dalam mencegah maag kambuh. Penderita maag disarankan menghindari makanan pedas, asam, berlemak, serta minuman berkafein.

Makan secara perlahan dan tidak berlebihan juga membantu menjaga kestabilan asam lambung dan membantu mengurangi risiko iritasi lambung.

Juliyastin juga mengingatkan penderita gerd atau penderita maag kronis untuk tidak menghentikan obat secara tiba-tiba selama ramadhan tanpa anjuran dokter karena dapat berisiko memperparah kondisi.

Sebaiknya penderita gerd berkonsultasi dulu dengan tenaga medis untuk menyesuaikan dosis dan jadwal minum obat selama puasa.

"Dengan persiapan yang tepat menjelang Ramadhan, termasuk memahami aturan minum obat maag, ibadah puasa dapat dijalani dengan tenang, sehat dan lancar tanpa gangguan lambung." tutupnya (PKRS-Humas/rsudssma)