Puasa Lancar Tekanan Terkendali, RSUD SSMA Berikan Tips Minum Obat Hipertensi yang Aman
.jpeg)
PONTIANAK - Bulan Ramadhan menjadi momen istimewa bagi umat Muslim untuk menjalankan ibadah puasa. Namun, bagi penderita hipertensi, perubahan pola makan dan waktu konsumsi obat kerap menimbulkan kekhawatiran.
Meskipun demikian, para ahli menegaskan bahwa puasa tetap bisa dijalankan dengan aman selama tekanan darah terkontrol dan pengobatan obat dilakukan secara tepat.
Apoteker Friskauli Marbun menjelaskan Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan kondisi kronis yang membutuhkan pengobatan rutin. Menghentikan atau mengubah jadwal minum obat tanpa berkonsultasi sangat tidak dianjurkan.
"Jika tekanan darah tidak terkontrol, akan meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke hingga gangguan ginjal. Karena itu pengaturan obat dan pola hidup selama puasa menjadi kunci utama," lanjutnya ketika memberikan edukasi di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, (25/2/2026).
Sebelum memutuskan berpuasa, pasien sebaiknya memeriksakan diri untuk memastikan tekanan darah stabil.
"Jika tekanan darah terkontrol dengan baik dan tidak ada komplikasi berat, pasien umumnya boleh berpuasa dengan pemantauan rutin,"ujarnya
Penyesuaian jenis dan waktu minum obat mungkin diperlukan, terutama bagi pasien yang mengonsumsi obat lebih dari satu kali sehari.
Menurutnya, secara umum, obat hipertensi yang diminum satu kali sehari dapat dikonsumsi saat sahur atau setelah berbuka. Namun, pemilihan waktunya perlu disesuaikan dengan jenis obat dan kondisi masing-masing pasien.
Tips aman bagi penderita hipertensi selama berpuasa antara lain konsultasikan dengan tenaga medis sebelum ramadhan, minum obat secara teratur, dan perhatikan pola makan dengan batasi konsumsi garam, makanan berlemak dan gula serta perbanyak buah, sayur dan air putih untuk mencegah dehidrasi.
"Selain itu, hindari aktivitas berat dan berlebihan selama puasa, serta pantau tekanan darah secara berkala untuk memastikan tekanan darah tetap dalam batas aman." imbuhnya
Meski banyak pasien hipertensi dapat berpuasa, ada kondisi tertentu yang tidak disarankan seperti tekanan darah belum stabil, riwayat stroke baru, atau gangguan jantung serius. Dalam kondisi tersebut, keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas.
"Dengan persiapan yang tepat, disiplin minum obat, serta pola hidup sehat, penderita hipertensi tetap bisa menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Kuncinya adalah kontrol tekanan darah yang baik dan komunikasi aktif dengan tenaga medis," tutupnya (PKRS-Humas/rsudssma)
