thumb

Persiapan Rumah Pasien Stroke, Percepat Pemulihan

PONTIANAK - Persiapan rumah pasien stroke perlu direncanakan sejak pasein masuk rumah sakit. Pasalnya, dengan persiapan yang matang, keluarga tidak hanya membantu mempercepat pemulihan, namun juga mencegah risiko jatuh, infeksi, dan kondisi yang memburuk.

Menurut Nurse Priska Yolanda, S.Kep, keluarga adalah pilar utama dalam keberhasilan perawatan stroke. Keluarga perlu memahami kondisi pasien, obat-obatan yang harus dikomsumsi, jadwal kontrol, latihan fisik, serta tanda bahaya yang harus diwaspadai, namun tidak semua keluarga memiliki kemampuan atau waktu untuk memberikan perawatan penuh, Kamis (4/12/2025).

"Persiapan kamar tidur yang aman dan nyaman menjadi perhatian penting, pilihlah kamar yang bersih, memiliki pencahayaan cukup,  ventilasi baik, dan mudah dijangkau oleh keluarga. Dan idealnya kamar berada di lantai dasar agar pasien tidak perlu naik turun tangga," ungkapnya.

Priska menambahkan, sediakan juga kursi yang stabil dan bersandaran saat latihan duduk, kursi roda untuk memudahkan perpindahan dari kamar ke ruang keluarga, kamar mandi, atau luar rumah, dan lantai tidak licin.

"Kamar mandi merupakan area dengan risiko jatuh tinggi, usahakan dipasang pegangan tangan di dinding, kursi mandi, sediakan gayung atau shower yang mudah dijangkau, dan pastikan lantainya tidak licin," jelasnya.

Nurse Priska menyarankan, pakaian pasien stroke sebaiknya mudah dipakai dan dilepas, bersih, sediakan diapers atau pempers, washlap, handuk lembut  tissu basah, sabun cair, sampo,  lation, dan peralatan untuk perawatan kulit. Pasalnya, kebersihan diri merupakan bagian penting untuk mencegah infleksi dan membuat pasien tetap percaya diri.

Jika pasien pulang dengan selang makan atau NGT, keluarga harus benar-benar memahami cara perawatannya, dan sebelum pasien pulang perawat akan mengajari keluarga dalam merawat pasien dengan selang makan.

Pemulihan pasien  stroke membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun, dengan kasih sayang, kesabaran, dan persiapan yang tepat, perjalanan itu bisa menjadi lebih ringan bagi pasien maupun keluarga," Pungkasnya. (PKRS-humas/rsudssma).