thumb

Nyeri Datang Saat Puasa, Begini Cara Mengatasinya

PONTIANAK - Puasa adalah momen ibadah, namun tidak sedikit orang yang mengalami nyeri saat puasa akibat sakit kepala, nyeri gigi, nyeri otot, nyeri haid dan lain- lain. 

Apoteker Putri Raraswati mengatakan bahwa rasa nyeri saat puasa tidak harus ditahan, melainkan perlu segera ditangani dengan cara minum obat nyeri, sesuai  jadwal dan dosis obat yang diberikan oleh dokter. 

"Tujuannya membantu puasa lebih aman, memudahkan aktivitas sehari-hari, dan mengurangi ketidaknyamanan tanpa mengganggu ibadah," tuturnya saat memberikan edukasi kepada 32 pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu (18/2/2026). 

Menurutnya, terdapat dua pilihan obat nyeri yang tepat  saat puasa, yang pertama obat minum  seperti paracetamol  asam mefenamat, ibuprofen, dan Natrium Diklofenak  dan yang kedua dengan obat luar seperti salep, gel atau koyo. 

Aturan aman minum obat nyeri saat puasa disesuaikan dengan dosisnya, untuk dosis 1 kali sehari dapat diminum setelah berbuka puasa atau setelah makan sahur. Untuk dosis 2 kali sehari dapat diminum setelah berbuka puasa dan setelah makan sahur. Sedangkan dosis 3 kali sehari dapat diminum setelah berbuka puasa, tengah malam atau jika perlu, dan setelah makan sahur. 

"Pastikan minum obat nyeri setelah  makan guna mencegah iritasi lambung" imbuhnya. 

Putri menekankan untuk mengikuti dosis sesuai aturan pakai, pilih paracetamol untuk nyeri ringan, hindari minum teh, kopi, dan minuman bersoda, hindari makanan yang bersifat asam dan pedas, cukupi kebutuhan air putih  dan hindari penggunaan obat berlebihan. 

"Dengan pola hidup sehat, asupan cukup cairan, dan konsumsi obat yang tepat, nyeri bisa diatasi tanpa mengganggu ibadah puasa, segera konsultasi ke dokter jika nyeri tidak kunjung membaik, dan jika nyeri ulu hati yang hebat, " pungkasnya. (PKRS-Humas/rsudssma).