Kenali Perkembangannya, Atasi Gangguan Bahasa dan Bicara Pada Anak

PONTIANAK - Mengenali gangguan komunikasi, bicara, dan bahasa, pada anak sangat penting, pasalnya kondisi ini berdampak pada kelangsungan hidup dan kualitas interaksi sosial
Upaya deteksi dini gangguan komunikasi, bicara, dan bahasa yang terjadi pada anak, RSUD SSMA menggelar edukasi seputar perkembangan bahasa dan bicara pada anak, guna intervensi segera, mencegah keterlambatan penanganan yang dapat memperburuk kemampuan, dan meningkatkan peluang perbaikan.
"Selain melatih bicara, terapis wicara juga membantu mengatasi gangguan komunikasi, bahasa, dan menelan," ujar Ismi Dalilah, A.Md.Kes saat memberikan edukasi, Kamis (5/2/2026).
Gangguan bicara berbeda dengan gangguan bahasa. Menurut Ismi gangguan bahasa apabila seseorang kesulitan memahami bicara orang lain, atau kesulitan mengungkapkan pikiran gagasan, ide, dan perasaan dengan lengkap.
"Sedangkan seseorang dikatakan mengalami gangguan bicara apabila tidak mampu menghasilkan bunyik bicara dengan benar, atau lancar atau memiliki masalah dengan suaranya," jelasnya.
Ismi mengatakan, kemampuan bahasa pada anak berbeda-beda, sesuai dengan usianya. Pada usia 0-6 bulan, anak sudah bisa tersenyum ketika diajak
bicara, mengenali suara manusia, mencari asal suara, mengoceh menggunakan konsonan/hurud p, m, b.
Anak usia 7-12 bulan sudah dapat merespon permintaan sederhana, mendengar dan meniru beberapa suara, dan memiliki kosa kata 1-3 kata. Dan anak usia 13-28 bulan sudah bisa mengikuti perintah sederhana, mengenal 1-3 bagian tubuh, dan memiliki 3-20 kosa kata. Sedangkan anak usia 19-24 bukan sudah lebih banyak menguasai kosa kata sekitar 50-100 kata atau lebih, mengenali 5 bagian tubuh, dan bisa menjawab pertanyaan "ini apa".
"Semakin bertambah usia, semakin banyak hal yang dikuasai," paparnya. Setelah anak berusia 2-3 tahun, bicaranya 50-75 persen dapat dipahami oleh orang lain, mampu menanyakan 1-2 kata pertanyaan, dan memiliki pemahaman 500-900 kata. Dan ketika anak berusia 3-5 tahun, sudah mengerti fungsi benda, bertanya dan membuat pertanyaan, mengenali 1-4 warna, membuat angka 1-10 secara urut, dan bicaranya 80-90 persen dapat dimengerti orang lain.
Apabila anak-anak belum memiliki kemampuan pada usia tersebut, segera periksakan ke dokter spesialis anak untuk di periksa lebih lanjut, dan kabar baiknya RSUD SSMA sudah memiliki terapis wicara yang dapat membantu anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan komunikasi, bicara, dan bahasa untuk mengejar keterlambatan," pungkasnya. (PKRS-humas/RSUD SSMA).
