thumb

Jalani Puasa Dengan Tenang, Pengobatan TBC Tetap Jalan

PONTIANAK - Bulan Ramadan adalah momen istimewa untuk meningkatkan ibadah. Namun bagi penderita TBC atau Tuberkulosis, sering muncul kekhawatiran seiring dengan pengobatan yang sedang dijalani. 

Perawat Liqa Qulbiah,S.kep.Ns menyampaikan kabar baik bahwa penderita TBC tetap bisa berpuasa asal kondisi stabil dan tetap disiplin minum obat sesuai anjuran dokter. 

Pengobatan TBC tidak boleh dihentikan saat puasa, obat dapat diminum saat sahur atau setelah berbuka puasa. Pasalnya jika obat terlewat atau berhenti, maka bakteri bisa menjadi kebal atau resisten dan pengobatan menjadi lebih lama. 

Ia menekankan, jika kondisi sedang lemah atau dalam fase pengobatan awal yang berat, sebaiknya konsultasi terlebih dahulu dengan dokter, apabila tetap berkeinginan akan menjalankan puasa. 

"TBC merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis yang umumnya menyerang paru-paru dan bisa menular  melalui percikan dahak saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, " jelasnya saat memberikan edukasi kepada pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu(19/2/2026). 

Gejalanya TBC yang sering muncul antara lain batuk berdahak  lebih dari 2 minggu, demam malam ,  keringat malam, berat badan menurun, dan nafsu makan berkurang. 

"Kabar baiknya, dengan menjalani  pengobatan secara teratur tanpa putus, TBC bisa sembuh total," ujarnya. 

Dia juga mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu mengunakan masker untuk mencegah penularan kepada orang lain, serta mengajak masyarakat untuk melakukan cuci tangan sebagai langkah penting dalam perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS. 

Selain itu, disarankan tidak membuang dahak sembarangan, sebab paparan sedikit saja dari dahak, maka bakteri TBC bisa menular ke orang lain. Oleh karena itu Liqa menyarankan, setiap penderita TBC harus memiliki tempat pembuangan dahak dengan wadah yang tertutup  dan menyesuaikan dengan ukuran mulut dan setelah terkumpul dahak yang akan dibuang harus ditambahkan karbol untuk membunuh bakterinya. (PKRS-Humas/rsudssma).