thumb

Hindari Risiko Berpuasa RSUD SSMA Ajak Penderita Diabetes Cek gula darah mandiri

PONTIANAK – Berpuasa bagi penderita  diabetes merupakan tantangan tersendiri. Risiko yang sering muncul pada penyandang diabetes saat berpuasa di bulan ramadan adalah dehidrasi, hipoglikemia, hiperglikemia dan ketoasidosis.

Oleh karena itu perawat Ahmad Sunarya, A.Md.Kep  menyarankan apabila penderita diabetes  tetap memilih berpuasa, agar rutin melakukan pemerikasaan glukosa darah sendiri utamanya untuk penderita diabetes dengan risiko tinggi dan sangat tinggi

Pemeriksaan glukosa darah mandiri ini tidak membatalkan puasa, hal ini disampaikan Sunarya saat memberikan edukasi kepada 11 pasien dan pengunjung RSUD SSMA Kota Pontianak. Jumat (14/02/2025)

Dia menilai dengan melakukan pencatatan kadar gula darah tersebut, pasien dapat mengevaluasi dan menyesuaikan gaya hidupnya selama berpuasa, seperti dalam hal makan, aktivitas fisik, serta obat-obatan yang dikonsumsi.

“Waktu yang tepat untuk melakukan pemeriksaan glukosa darah yaitu sebelum sahur, 2 jam setelah sahur,  tepat siang hari, sore hari, sebelum berbuka puasa, dua jam setelah berbuka puasa, menjelang tidur malam dan kapanpun bila terdapat gejala hipoglimenia atau hiperglikemia,” jelasnya.

Sementara untuk kelompok risiko rendah, pemerikasaan glukosa darah juga tetap dianjurkan yaitu pada saat sebelum tidur, tengah hari, setelah berbuka puasa, dan kapanpun bila terdapat gejala hipoglikemia maupun hiperglikemia

Dia menambahkan tidak kesemuanya perlu dilakukan, dan pemeriksaan itu tergantung kondisi pasien, sehingga perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Wajib membatalkan puasa apabila dalam pemeriksaan mandiri diadapatkan kadar glukosa darah <70 mg/dl, >300 mg/dl, atau terdapat gejala-gejala hipoglikemia, dehidrasi, serta penyakit akut lainnya,” pungkasnya.