Bijak Dalam Konsumsi Suplemen Kesehatan Selama Ramadahan, RSUD SSMA Gelar Penyuluhan
PONTIANAK - Ramadhan merupakan bulan suci yang penuh berkah, namun juga menuntut kita untuk menjalani puasa seharian. Selama bulan ini, banyak yang memilih untuk mengonsumsi suplemen agar tubuh tetap bugar dan sehat meskipun berpuasa.
“Suplemen kesehatan adalah produk yang mengandung satu atau lebih bahan yang dapat mendukung kesehatan tubuh, seperti vitamin, mineral, asam amino, asam lemak atau zat lainnya.” Ungkap apoteker Friskauli Marbun, S Farm ketika memberikan edukasi kepada 25 pasien dan pengunjung di RSUD SSMA Kota Pontianak, Rabu, 26/2/2025.
Vitamin dan suplemen merupakan dua hal yang sama-sama berfungsi untuk memberikan asupan nutrisi pada tubuh, tetapi keduanya memiliki perbedaan. Vitamin sudah pasti tergolong suplemen, tetapi tidak semua suplemen mengandung vitamin di dalamnya.
“Perlu menjadi perhatian dalam mengkonsumsi suplemen kesehatan, aman digunakan jika sesuai aturan pemakaian, bermanfaat memelihara stamina tubuh dan kebugaran, tetapi tidak mengantikan makanan seimbang dan bergizi serta tidak digunakan untuk mengobati penyakit.” Lanjutnya
Beberapa jenis suplemen kesehatan yang dapat digunakan untuk membantu meningkatkan imunitas tubuh seperti vitamin C, vitamin D, vitamin E, Zinc, dan Selenium.
Menurutnya, konsumsi suplemen kesehatan mungkin diperlukan jika jenis makanan yang dikonsumsi tidak seimbang. Kandungan vitamin dan mineral (zat gizi mikro) bertugas untuk membantu zat gizi makro dalam tubuh.
Perlu menjadi perhatian bahwa konsumsi suplemen berlebihan dapat berbahaya. Walaupun sebagian besar suplemen aman dikonsumsi, konsumsi makanan yang mengandung vitamin yang dibutuhkan akan lebih bermanfaat bagi tubuh.
“Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa selama puasa tidak perlu suplemen kalau makanan yang dikonsumsi tetap memperhatikan gizi yang seimbang, suplemen mengandung zat gizi mikro tidak dapat bekerja jika tidak ada zat gizi makro, kurang tidur tidak dapat digantikan oleh suplemen dan tidak semua suplemen setiap orang cocok, sesuai dengan kebutuhan masing-masing.” Tutupnya (pkrs-humas/rsudssma/2025)