Puasa Sehat Bagi Penyandang Diabetes Dimulai dari Nutrisi dan Cairan yang Tepat

PONTIANAK - Puasa Ramadan sering dinantikan banyak orang, termasuk penyandang diabetes. Namun, tidak sedikit yang merasa ragu untuk berpuasa karena khawatir gula darah naik atau justru turun terlalu rendah.
Kabar baiknya, penyandang diabetes tetap bisa menjalankan puasa dengan aman, asalkan memperhatikan asupan nutrisi dan cairan dengan benar," ujar edukator Daryati saat memberikan edukasi kepada komunitas diabetes di RSUD SSMA Kota Pontianak, Jumat (23/1/2026).
Daryati mengatakan, saat berpuasa, tubuh tidak mendapatkan makanan dan minuman selama berjam-jam. Pada penyandang diabetes, kondisi ini bisa mempengaruhi kadar gula darah. Jika salah memilih makanan atau kurang minum, dapat berisiko lemas, pusing, gula darah turun atau hipoglikemia, bahkan bisa juga terjadi gula darah naik atau hiperglikemia.
"Pemenuhan nutrisi seimbang dan cairan yang cukup menjadi kunci agar puasa tetap sehat dan aman," ungkapnya.
Menururnya, kebutuhan kalori harian berkisar antara 1200-2000 kalori yang didistribusikan untuk sahur 30-40% dan berbuka 40-50%, ditambah 1-2 cemilan sehat atau 10-20%.
Awali dengan pemilihan makanan yang dapat memberikan energi tahan lama saat sahur seperti, nasi merah, roti gandum atau oat. Lauk berprotein dari telur, ikan tahu tempe, serta sayur dan buah.
"Hindari makanan yang terlalu manis, berlemak, atau gorengan karena dapat membuat gula darah cepat naik dan tubuh mudah haus," tuturnya.
Dan saat berbuka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan, mulailah dengan air putih, dan kurma 3 butir atau buah potong.
Setelah itu, ujarnya lagi, lanjutkan dengan konsumsi makanan utama yang seimbang dengan susunan karbohidrat sebesar 40-50%, protein 20-30%, dan lemak 30-35%.
Ia menambahkan, hindari minuman manis, bersoda, berkafein pasalnya dapat membuat tubuh semakin kekurangan cairan, usahakan minum air putih saat berbuka, setelah makan malam, sebelum tidur sebelum sahur, dan saat sahur.
Dengan pemilihan nutrisi yang tepat, cairan yang cukup, puasa dapat dijalani dengan lebih an dan nyaman. Dan segera batalkan puasa jika muncul tanda-tanda seperti lemas berlebihan, pusing gemetar, keringat dingin dan pandangan kabur.(PKRS-Humas/RSUD SSMA).
