Pentingnya Pembersihan Karang Gigi RSUD berikan Penyuluhan
PONTIANAK - Karang gigi atau yang dikenal dengan Kalkulus merupakan endapan dari plak gigi yang lama dan akhirnya mengeras. Plak itu sendiri terbentuk dari kombinasi sisa makanan, bakteri, protein, dan air liur.
Karang gigi tidak boleh dianggap sepele karena berdampak buruk pada kesehatan. Hal ini disampaikan oleh drg. Kevin Deminius, Senin (10/03/2025).
Menurutnya, dampak buruk dengan adanya karang gigi adalah adanya bau mulut, munculnya iritasi pada gusi, bahkan berisiko bertambahnya beban bakteri dalam tubuh yang berpotensi menjadi penyakit sistemik lain.
Oleh karena itu drg. Kevin menyarankan agar rutin melakukan scaling. Scaling merupakan prosedur pembersihan gigi yang bertujuan untuk menghilangkan karang gigi dan plak dari permukaan gigi dan batas gusi.
"Metodenya dapat dilakukan secara manual atau dengan alat ultrasonik scaler yang memanfaatkan getaran untuk melepaskan karang gigi," jelasnya.
drg. Kevin mengatakan bahwa scaling dapat dilakukan setiap saat, dengan rutin kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali.
"Selama bulan puasa, scaling dapat dilakukan, karena tidak ada cairan atau bahan lain yang masuk ke dalam tenggorokan, maka Scaling tidak membatalkan puasa," ungkapnya.
Mulut kering atau Xerostamia dan munculnya bau mulut atau Halitosis merupakan kondisi mulut selama puasa biasanya, oleh karena itu pentingnya perawatan gigi dengan cara menyikat gigi minimal 2 kali sehari, kurangi makanan yang terlalu asam dan manis yang dapat merusak gigi, gunakan obat kumur, jangan merokok, dan kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali" pungkasnya. (PKRS-humas/rsudssma)