thumb

Jangan Salah Paham: Inilah Mitos dan Fakta Seputar Diaetes Yang Pelu Diketahui

PONTIANAK - Di luar sana masih banyak informasi kurang tepat tentang diabetes. Sayangnya,
 informasi yang keliru ini justru bisa merugikan penyandang diabetes karena menimbulkan ketakutan, salah mengambil keputusan, atau tidak menjalani perawatan dengan benar. 

Mengetahui fakta yang sebenarnya sangat penting agar penyandang diabetes dapat mengelola kadar gulanya dengan lebih aman dan efektif.

Menyikapi hal tersebut, RSUD SSMA memberikan penjelasan mitos dan fakta seputar penyakit diabetes, Jumat (5/12/2025).

Penyandang diabetes hanya menyerang orang tua saja, pernyataan ini mitos. Faktanya menurut edukator Daryati, S.KM diabetes bisa terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa muda. Gaya hidup tidak sehat, kurang aktivitas, konsumsi makanan tinggi gula atau lemak, serta faktor genetik bisa menyebabkan diabetes muncul lebih cepat. 

Penyandang diabetes tidak boleh mengonsumsi gula sama sekali, Ini mitos. Faktanya, “Penyandang diabetes bukan berarti tidak boleh makan gula, tetapi harus membatasi sesuai anjuran yaitu sebesar lima persen dari total kebutuhan kalori sehari, atau dapat dikonsumsi sebatas untuk  bumbu saja,” jelas Daryati.

Penyandang diabetes tidak boleh olahraga, ini juga mitos. Faktanya, justru sebaliknya. Menurutnya, olahraga adalah bagian dari pilar tatalaksana  diabetes.  Latihan fisik membantu menurunkan gula darah, menjaga berat badan ideal, bahkan meningkatkan sensitivitas insulin. Namun, bagi penyandang diabetes yang kadar  gula tinggi diatas 250 mg/dl disarankan konsultasi terbih dahulu ke dokter sebelum memulainya.

Minum obat diabetes jangka panjang menyebabkan ginjal rusak, ini mitos. Yang merusak ginjal adalah gula darah yang tidak terkontrol, bukan obatnya. Obat diabetes justru melindungi ginjal dengan menjaga gula tetap stabil. Banyak pasien yang berhenti minum obat karena mitos ini, padahal akibatnya bisa menjadi lebih parah.

Pernyataan bahwa Insulin hanya digunakan kalau diabetes sudah parah, ini mitos. Insulin bukan tanda penyakit parah, tetapi salah satu pilihan terapi. Menurut Daryati bahwa sebagian Penyandang diabetes membutuhkan insulin sejak awal karena gula darah sangat tinggi, ibu hamil dengan diabetes, pankreas sudah tidak memproduksi insulin cukup, menggunakan insulin bukan kegagalan, tetapi cara untuk menjaga tubuh tetap sehat.

Kalau orang tua diabetes, anak pasti diabetes juga. Hal ini juga mitos, faktanya memang ada faktor keturunan, tetapi tidak otomatis anak pasti diabetes. Ditegaskan kembali oleh Daryati, meskipun punya risiko genetik, diabetes masih bisa dicegah dengan kebiasaan sehat. 

“Dengan memahami fakta yang benar, penyandang diabetes dapat lebih tenang, tidak mudah terpengaruh mitos, dan mampu mengelola gula darahnya dengan lebih baik. Edukasi yang tepat akan membantu masyarakat menjalani hidup sehat dan mengurangi komplikasi akibat diabetes,” pungkasnya. (PKRS-humas/rsudssma).