Cegah Gigi Berlubang dengan Menjaga Pola Makan Sehat Sehari-hari

PONTIANAK - Menjaga kesehatan gigi dan mulut ternyata tidak cukup hanya dengan menyikat gigi dua kali sehari. Pola makan sehari-hari memegang peranan krusial dalam menentukan apakah gigi kita akan tetap kuat atau justru mudah keropos dimakan usia.
Menanggapi hal ini, praktisi kesehatan gigi, drg. Shafa Adinda Riskhi Nurpratama, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam memilih jenis asupan nutrisi yang masuk ke dalam mulut dan mengurangi konsumsi makanan manis. Konsumsi makanan yang mengadung gula berlebih telah lama diidentifikasi sebagai faktor risiko utama dalam munculnya karies atau gigi berlubang. Namun, penting untuk dipahami bahwa gula sendiri tidak langsung melubangi gigi, proses ini melibatkan interaksi kompleks antara bakteri, sisa makanan, dan waktu. Kamis (30/4/2026).
"Di dalam mulut kita, terdapat jutaan bakteri alami. Saat kita mengonsumsi makanan atau minuman tinggi gula (sukrosa, glukosa, maupun fruktosa), bakteri ini, terutama jenis Streptococcus mutans akan memakan gula tersebut dan mengubahnya menjadi asam. Asam yang dihasilkan inilah yang menjadi ancaman nyata menyebabkan kerusakan pada enamel gigi sehingga gigi berlubang" jelas Shafa Adinda Riskhi Nurpratama saat memberikan edukasi kepada pengunjung rawat jalan di RSUD SSMA Pontianak.
Membatasi asupan gula bukan hanya soal menjaga berat badan atau kadar gula darah, tetapi juga langkah preventif paling efektif untuk mempertahankan integritas struktural gigi. Dengan mengurangi konsumsi gula dan rutin menyikat gigi, kita bisa memutus rantai pasokan nutrisi bagi bakteri perusak gigi.
Menurutnya, Mencegah gigi berlubang tidak selalu harus berawal dari kursi dokter gigi. Langkah preventif yang paling efektif justru dimulai dari dapur dan kebiasaan makan kita sehari-hari. Dengan memilih makanan yang mendukung struktur gigi, kita secara aktif membangun benteng pertahanan alami terhadap kuman dan asam. Untuk mengimbanginya, kita butuh asupan yang membantu remineralisasi (pembentukan kembali mineral email gigi) dengan konsumsi susu, keju, dan youghurt serta konsumi buah dan sayuran yang berserat.
Konsumsi susu, keju dan youghurt tidak hanya tinggi kalsium yang memperkuat tulang rahang dan gigi, tetapi juga mengandung protein kasein yang mampu menetralkan asam yang dihasilkan oleh bakteri mulut. Protein dalam susu dan turunannya sangat efektif untuk pembentukan otot serta menjaga kekuatan struktur jaringan pendukung gigi (gusi dan tulang rahang).
Pencegahan preventif kesehatan gigi melalui pola makan bukan sekadar tentang menghindari makanan manis, tetapi juga tentang memasukkan asupan yang bekerja sebagai pembersih alami. Sayur dan buah memiliki peran ganda, secara mekanis membersihkan gigi dan secara kimiawi memperkuat jaringan mulut.
Agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga, Shafa Adinda Riskhi Nurpratama menyarankan untuk mengurangi makanan dan minuman manis, konsumsi buah dan sayuran berserat, gunakan sedotan saat minum minuman berasa, minum air putih atau berkumur setelah makan/minum serta jeda makan 2-3 jam. Menjaga kesehatan gigi merupakan kombinasi antara kebersihan (menyikat gigi) dan asupan sehat (pola makan) yang diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang untuk senyum yang tetap cemerlang hingga usia tua (PKRS-humas/rsudssma).
